Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Kondisi Air Tanah, Sungai dan Sumur Bor di Ibukota Baru Nusantara?

air tanah di ibukota baru

Pojokfilterair.com - Bagaimana kondisi air tanah, air sungai dan air sumur bor di lokasi ibukota baru Indonesia yang sekarang telah diberi nama Nusantara?

Sebagai seorang yang berdomisili di dekat area yang sekarang dijadikan ibukota negara, sudah puluhan kali saya berkunjung ke wilayah kecamatan Sepaku yang sekarang menjadi wilayah inti ibukota baru.

Sejak dulu saya menyukai daerah ini... 

Walaupun saat itu (sebelum tahun 2010) listrik PLN sangat sering mati baik siang dan malam hari, tidak ada air PDAM, jalanan umum banyak yang rusak parah dan berlumpur kalau habis hujan, tetapi kehidupannya yang tenang dan damai membuat saya senang berkunjung ke daerah ini.

Sebagian besar penduduknya bertani dan berkebun, tumbuhan liar dan kebun seluas mata memandang. Warganya ramah dan suka menolong, tidak pernah terdengar kata elu dan gue (entah 5 tahun lagi...)

Eh, kok malah bernostalgia 😄

Kondisi Air Tanah, Sungai dan Sumur Bor di Ibukota Baru

- Kondisi air tanah
Yang saya maksud air tanah disini adalah air sumur gali kedalaman maksimal 5 meter yang dibuat dengan cara mencangkul tanah tsb.

Di wilayah ibukota baru Nusantara ini kondisi air tanah umumnya keruh ringan sampai sedang. Kandungan zat besi skala ringan sampai tinggi, tidak berkapur, untuk pH dan TDS bervariasi.

- Kondisi air sungai
Sebelum ditetapkan jadi ibukota semua aliran sungai disini adalah air sungai alami, bukan sungai buatan berdinding batu dan cor coran. Disini juga tidak ada waduk dan bendungan.

Jika tidak hujan air sungai tidak terlampau keruh tetapi tidak bisa juga dibilang jernih. Jika kondisi hujan airnya berwarna kecoklatan dan keruh.

- Kondisi air sumur bor
Umumnya airnya keruh ringan sampai sedang. Disini kalau warga menyebut air sumurnya jernih itu anda jangan membayangkan airnya sejernih air hujan. Disini kalau keruh ringan warga masih menyebutnya sebagai "air jernih".

Silahkan scroll untuk melihat foto paling atas. Gambar diatas adalah kondisi air sumur bor milik warga dengan kekeruhan sedang. Foto ini saya ambil di wilayah Sepaku.

Baca juga:

Di wilayah sini sama dengan wilayah Indonesia lainnya, bahwa tidak ada jaminan semakin dalam pengeboran maka airnya semakin jernih. Banyak sekali orang beranggapan bahwa semakin dalam sumur bor maka airnya semakin jernih. 

Ini adalah anggapan yang keliru !

Semakin dalam sumur bor hanya akan menjamin ketersediaan air di saat sumur sekitarnya sudah mengering saat musim kemarau, itu saja manfaatnya.

Jika anda mengebor kedalaman 15 meter dan dapat air yang jernih maka anda beruntung. Sebaliknya meskipun anda mengebor kedalaman sampai 80 meter (bahkan lebih) dan anda hanya dapat air yang keruh dan merah, ya anda belum beruntung. Itu saja...

Jika dilakukan pengeboran di wilayah ini sama dengan wilayah lainnya di Kalimantan, yakni dalam sekali project pengeboran bisa dilakukan 1 hingga 4 kali pengeboran sampai berhasil menemukan sumber air bawah tanah.

Maksudnya begini, bisa jadi saat pengeboran di titik pertama tidak menemukan sumber air, padahal mata bor sudah mencapai kedalaman 50 meter atau lebih. Atau bisa juga sudah menemukan air tetapi volumenya terlalu sedikit.

Kalau sudah begitu maka tukang sumur bor akan berpindah ke titik kedua, ketiga hingga ke empat sampai ketemu sumber air bawah tanah sesuai yang diharapkan.

Apakah disini pengeboran air sumurnya selalu kedalaman diatas 50 meter? Tidak juga... disini banyak air sumur warga yang dibuat dengan pengeboran kedalamannya hanya 15 meter bahkan kurang dari itu.

Situasi Terkini Air Tanah dan Sungai di Ibukota Baru

Saat ini ditulis bulan Januari 2022, di wilayah inti ibukota baru Nusantara sedang dibangun bendungan besar yang nantinya diperuntukkan untuk sumber pengairan utama di wilayah IKN. Targetnya bendungan ini selesai di tahun 2022 ini juga.

Untuk aliran sungai rencananya akan dibuat sungai lebar tentunya dengan dinding cor. Tujuan dibuat sungai lebar tentu untuk mencegah banjir jika sedang hujan lebat. 

Selama ini wilayah Sepaku dan Semoi terutama di wilayah dataran rendah sudah lumrah mengalami langganan banjir akibat sungai yang meluap, terutama jika ada hujan lebat.

Bahkan selama 1 tahun terakhir ini di wilayah penyangga ibukota lebih sering terjadi banjir, entah itu akibat penggundulan hutan yang semakin masif ataukah akibat cuaca dunia yang makin ekstrim? 

Di wilayah kota Balikpapan yang termasuk kota penyangga ibukota, dalam setahun terakhir cuaca di siang hari juga makin panas, dan di malam hari terasa lebih dingin. Ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.

Baca juga:

Hal hal lain yang perlu diketahui di Ibukota Baru Nusantara

Apakah di ibukota baru ada gunung?
Jawab: Tidak ada. Disini yang disebut "gunung" hanyalah bukit rendah atau dataran tinggi.

Apakah disini ada air payau?
Jawab: Tidak ada. Yang ada hanyalah air sungai tawar. Air payau adanya diluar wilayah inti ibukota.

Apakah disini ada laut?
Jawab: Di wilayah inti ibukota baru tidak ada laut ataupun selat. Air laut dan pantai hanya ada di wilayah kabupaten Penajam yang bukan wilayah inti ibukota baru.

Apakah disini ada air terjun?
Jawab: Tidak ada. Air terjun adanya diluar wilayah inti IKN. Oh iya, yang saya maksud air terjun disini adalah air terjun skala kecil saja, bukan air terjun skala besar seperti yang ada di pulau jawa.

Bagaimana keseharian air minum warga ibukota baru?
Jawab: Selama puluhan tahun warga minum dari air hujan yang ditampung ataupun dari air sumur bor, sumur gali atau air sungai yang dijernihkan. Tentu semuanya direbus dulu sebelum diminum.

Tetapi sejak banyak bermunculan usaha depot air minum isi ulang maka untuk keperluan air minum warga sudah beralih minum air isi ulang galon.

Demikian sekilas informasi kondisi air tanah. sungai dan sumur bor di ibukota baru Nusantara. Jika ada pertanyaan silahkan isi kolom komentar di bawah. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Bagaimana Kondisi Air Tanah, Sungai dan Sumur Bor di Ibukota Baru Nusantara?"