Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berapa Lama Lampu UV Dinyalakan Untuk Depot Air Minum Isi Ulang?

ultraviolet air isi ulang

Bagi yang sudah memiliki usaha air minum isi ulang pasti mengetahui fungsi ultraviolet (UV) adalah untuk sterilisasi air agar terbebas dari bakteri, virus dan kuman. Lantas, berapa lama lampu UV dinyalakan agar hasilnya bisa maksimal?

Sebenarnya bahasan ini bukan hanya lampu UV yang dikhususkan untuk depot air minum isi ulang saja, melainkan lampu UV untuk mesin RO rumah tangga dan juga lampu UV untuk aquarium.

Berapa Lama Lampu UV Dinyalakan?

Untuk diketahui, lampu UV saat hidup bukan hanya mengeluarkan cahaya tetapi juga mengeluarkan panas. Nah, jika lampu hidup terus menerus tanpa ada pergerakan air maka akan menyebabkan air minum menjadi berbau, baunya ini sangat khas... saya sampai hafal baunya, hehehe...

Kembali ke pertanyaan sesuai judul diatas, berapa lama lampu UV dinyalakan?

Disini ada 2 jawaban:
- Lampu UV dinyalakan sesaat
Ini maksudnya lampu UV hanya dinyalakan pada saat mengisi galon, setelah itu segera matikan.

Ini dilakukan jika penjualan depot air anda masih dibawah 60 galon perhari. Jika penjualan masih sedikit dan UV terus menerus dihidupkan maka akan membuat air minum menjadi bau, tidak perduli depot anda adalah air mineral, air Reverse Osmosis (RO) ataupun air bio energy.

Bagaimana jika setelah mengisi galon kita lupa mematikan UV nya? Ya solusinya isi air 1 galon lalu buang airnya. Ini untuk membuang air yang bau tsb.

Baca juga:
- Cara menaikkan pH air
- Cara menurunkan pH air

- Lampu UV dinyalakan selama jam kerja
Jika penjualan harian sudah diatas 60 galon maka UV boleh dihidupkan terus menerus selama jam buka depot. Jadi misalnya depot buka jam 08.00 - jam 20.00 maka selama jam itulah UV boleh tetap dinyalakan.

Kenapa?

Karena jika penjualan sudah diatas 60 galon maka aliran air di UV tidak akan berhenti terlalu lama dan air tidak akan menjadi panas. Karena tidak panas maka air juga tidak berbau.

Tanya Jawab:

Tanya: Aturan ini untuk UV merk apa saja?
Jawab: Untuk semua merk UV, baik Lotus, KSH, Aquatic, Tanwing, Sterilight, Starlight atau merk lainnya.

Tanya: Aturan ini untuk UV berapa GPM?
Jawab: Untuk semua type, baik 2 GPM, 5 GPM, 8 GPM, 12 GPM, 24 GPM dan 48 GPM

Tanya: Apakah air yang berbau tsb berbahaya bagi kesehatan?
Jawab: Tidak berbahaya bagi kesehatan, hanya saja airnya agak berbau dan rasa tidak enak jika diminum.

Baca juga:
- Masa pemakaian karbon aktif
- Harga pasir silika halus

Demikian bahasan tentang berapa lama lampu UV dinyalakan? Jika ada pertanyaan jangan ragu bertanya melalui kolom komentar di bawah.

7 komentar untuk "Berapa Lama Lampu UV Dinyalakan Untuk Depot Air Minum Isi Ulang?"

  1. Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar...

    BalasHapus
  2. Misalkan penjualan 1 hari sekitar 15-20 galon, apakah lampu UV nya meski dinyalakan terus??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat lampu UV dinyalakan lebih dari 1/2 jam tanpa ada pergerakan air maka akan menyebabkan air dalam tabung UV tsb (tabung selongsong stainless) akan menjadi hangat bahkan panas.

      Nah air yang hangat tsb akan terasa bau jika dicium dan terasa tidak enak jika diminum.

      Nah, jika penjualan air minum isi ulang dalam seharinya hanya 15 - 20 galon tentu sangat banyak jeda waktu kosongnya.

      Nah saat jeda waktu tsb lampu UV dalam keadaan hidup / ON maka air dalam selongsong UV stainless tsb akan menjadi panas dan berbau.

      Saran saya, jika penjualan harian masih dibawah 60 galon/hari maka lampu UV hanya dihidupkan saat akan mengisi ke galon saja, setelah itu langsung matikan.

      Demikian jawaban saya, semoga membantu. Jika ada hal yang kurang jelas silahkan bertanya kembali. Terima kasih 🙏

      Hapus
  3. Merk lampu UV apa yg tahan lama yah, Soalx sy pernah beli thanx cuma 3 bulan sdh ptus

    BalasHapus
  4. Kalau lampu UV yang tahan lama dan tidak gampang putus itu merk Philips. Ini berdasarkan banyak pengalaman pribadi ya...

    Lampu UV Philips ini ukurannya besar seperti lampu neon dan memiliki masing masing 2 kaki di kedua ujung lampu.

    Nah, jika sebelumnya anda menggunakan lampu UV yang kecil yang memiliki 4 kaki di salah satu ujungnya maka anda tidak bisa menggantinya dengan lampu UV Philips tsb.

    Alasannya:
    - Diameter lampu UV Philips besar sehingga tidak akan bisa masuk ke selongsong pipa (kaca sleeve) yang berukuran kecil.
    - Kaki lampunya juga tidak cocok sehingga socket tidak akan bisa dipasang.

    Demikian jawaban saya... jika ada hal yang kurang jelas silahkan bertanya kembali...

    BalasHapus

  5. selamat siang pak, ijin bertanya.. sy punya masalah air sumur tercemar bakteri e coli dan colitinja, itu berbahaya buat kesehatan, walapun tidak dikonsumsi sbg air minum, anak sy bbrp kali rawat inap, karna masalah dipencernaan dan typus, sumber air dirumah sy adalah sumur bor, air mengandung mangan dan keruh, tapi utk masalah keruh dan bau sudah bisa diatasi dgn menggunakan 2unit filter nico 1054, kondisi air setelah difilter sudah bening dan tanpa bau, tapi setelah sy ceklab, ternyata mengandung bakteri yg sudah sy sebut tadi.
    Saya ingin mengatasi bakteri itu menggunakan UV, apakah bisa untuk rumahan? rencana posisi pemasangan UV setelah 2 filter nico dan sebelum masuk toren bersih, apakah efektif pak? brp GPM UV yg di butuhkan? dan apakah UV itu bisa efektif dgn air hanya "lewat" saja di tabung UV menuju toren (tanpa harus didiamkan dulu biar UV nya bekerja) terimakasih sebelumnya, salam sukses 🙏

    BalasHapus
  6. Untuk masalah bakteri e coli memang berbahaya karena bisa menyebabkan muntaber dan penyakit pencernaan lainnya.

    Ada 3 opsi untuk mengatasi masalah bakteri dalam air tsb:

    1. Menggunakan Ultraviolet (UV).
    Setelah filter NICO harus dipasang lagi 2 housing filter 10 inch isi 2 cartridge 1 micron agar airnya bisa lebih jernih lagi.

    Ini WAJIB karena lampu UV hanya efektif di air yang jernih agar pancaran lampu UV tidak terhalang oleh partikel kekeruhan air.

    Untuk aliran air yang deras dianjurkan memakai 1 set UV 24 GPM yang menggunakan 2 bh lampu di dalamnya.

    Atau bisa juga menggunakan 2 set UV 12 GPM yang dipasang secara seri ataupun paralel.

    Jaga aliran air yang melewati UV agar tidak lebih dari 15 liter/menit agar bakteri benar benar mati, bukan hanya pingsan sesaat lalu hidup kembali.

    2. Menggunakan klorin tablet.
    - Untuk kasus air mengandung bakteri e coli bapak juga bisa menggunakan 3 bh klorin tablet kecil yang dimasukkan ke dalam alat yang bernama klorinator. Ingat, klorin tablet kecil, bukan klorin tablet besar!.

    Klorin tablet kecil dan klorinator banyak dijual di marketplace / toko online.

    Fungsi klorin tablet ini adalah untuk membunuh bakteri dalam air.

    3. Menggunakan ozon generator.
    Fungsi ozon juga untuk sterilisasi air. Gunakan ozon generator diatas mulai 2 gram hingga maksimal 5 gram.

    Ozon generator juga banyak dijual di toko online / marketplace.

    Demikian jawaban saya, semoga membantu... Jika ada hal yang kurang jelas silahkan bertanya kembali 🙏

    BalasHapus