Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Air Sumur Bor Berbau Besi, Apakah Berbahaya? Ini Cara Mengetahuinya

Air Sumur Bor Berbau Besi Apakah Berbahaya

Salah satu problem air sumur yang paling umum dialami adalah air sumur bor berbau besi, apakah ini berbahaya untuk air mandi dan untuk air minum? Simak ulasannya...

Air Sumur Bor Berbau Besi, Apakah Berbahaya?

Pertama tama kita harus memahami apa ciri ciri air mengandung zat besi tinggi dan air sumur bor berbau besi. Selanjutnya pelajari cara menghilangkan bau besi pada air sumur bor.

Ciri ciri air mengandung zat besi tinggi

Kandungan zat besi dalam air ada tingkatannya, mulai level paling rendah hingga level paling tinggi.

- Untuk level rendah biasanya hanya bau besinya saja yang menyengat tetapi air tidak akan berubah kuning walaupun didiamkan 24 jam di udara terbuka.

- Untuk level sedang selain air berbau besi cirinya kalau airnya didiamkan beberapa jam di udara terbuka biasanya airnya akan berubah kuning.

- Untuk level tinggi selain air berbau besi cirinya kalau airnya didiamkan beberapa jam di udara terbuka biasanya airnya akan berubah menjadi merah.

Berapa kadar zat besi dalam air yang aman?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES), ada 2 katagori untuk ambang batas aman zat besi dalam air, yakni untuk katagori air bersih dan untuk katagori air minum.

- Untuk air bersih
Sesuai Permenkes No. 32 tahun 2017 kandungan zat besi maksimal 1 mg/L

- Untuk air minum
Sesuai Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 kandungan zat besi maksimal 0,3 mg/L

Nah, jika kandungan zat besi tidak melampaui ambang batas maksimum ya tentunya aman aman saja.

Dimana tempat mengetes air sumur bor?

Untuk mengetahui kandungan zat besi dalam air tidak ada cara yang benar benar akurat selain membawa sampel airnya ke laboratorium Dinas Kesehatan di kota setempat.

Mereka memiliki alat test yang canggih dan akurat, soal biaya pengetesan zat besi tidak terlampau mahal dan masih terjangkau.

Bisakah mengetes kandungan zat besi dalam air tanpa membawanya ke laboratorium?

Jawab: Iya bisa, kita bisa mengetes apakah air mengandung zat besi ataukah tidak...

Cara pengetesannya sbb:

- Ambil air yang baru keluar dari sumur bor sebanyak 1/2 gelas. Gunakan gelas yang bening...

- Masukkan 3 sendok makan air teh ke dalam gelas berisi air tsb.

Perhatikan: Jika air di gelas tsb berubah menjadi biru itu pertanda kandungan zat besi dalam air tsb termasuk skala ringan - sedang. Tetapi jika airnya berubah menjadi hitam berarti kandungan zat besinya skala berat.

Lalu, kalau sudah terbukti zat besinya tinggi bagaimana cara menurunkannya? Baca tulisan saya sebelumnya tentang cara menjernihkan air atau baca daftar harga filter air .

Demikian pembahasan tentang air sumur bor berbau besi, apakah berbahaya? Semoga tulisan saya bermanfaat, Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar...

2 komentar untuk "Air Sumur Bor Berbau Besi, Apakah Berbahaya? Ini Cara Mengetahuinya"

  1. Maaf saya mau nanya saya baru bikin sumur bor baru empat hari tpi masih keluar pasir putih sedikit dan keluar air nya bau air comberan tpi air nya klo di diamkan kaya rendeman beras ith berapah lama iya

    BalasHapus
  2. Kalau air berwarna keputihan seperti air cucian beras berarti air tsb membawa lumpur halus dari dalam tanah.

    Lalu soal airnya bau comberan bisa jadi airnya mengandung zat besi tinggi atau mungkin juga mengandung zat hidrogen sulfida (H2S) hingga baunya menyengat.

    Ada juga kemungkinan airnya memiliki kandungan H2S sekaligus zat besinya juga tinggi.

    Solusi: Berhubung sumur bornya masih baru maka saran saya kuras airnya selama 2 minggu. Ini maksudnya airnya dibuang 3 jam di pagi hari dan 3 jam di sore hari selama 2 minggu.

    Jika sudah 2 minggu airnya masih tidak ada perubahan maka sebaiknya lakukan proses penyaringan menggunakan media filter berupa manganese greensand + karbon aktif. Jumlah minimal masing masingnya 25 kg, lebih banyak lebih baik.

    Namun sebelum di saring sebaiknya di tandon air baku awal diberi obat penjernih air seperti tawas, PAC, kapur gamping atau kaporit. Bisa juga kombinasi tawas + kaporit.

    Dosis per 1000 liter:
    - 3 sendok makan tawas
    - 1 sendok makan kaporit
    Diamkan selama 3-4 jam lalu siap disaring menggunakan filter air.

    Demikian jawaban saya. Jika ada hal yang kurang jelas silahkan bertanya kembali. Terima kasih 🙏

    BalasHapus