Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Air Minum Isi Ulang Berasa Tidak Enak, Kalat dan Pahit

penyebab air minum berasa tidak enak

Anda memiliki usaha air minum isi ulang tetapi memiliki masalah air minumnya berasa tidak enak, kalat dan pahit?

Penyebab air minum isi ulang berasa tidak enak, kalat dan pahit

Ada banyak sekali penyebab dan anda harus menelusurinya satu persatu, mulai dari:

1. Filter cartridge terlambat ganti
Filter cartridge yang di dalam housing filter segera ganti jika mulai tambah agak kotor. Jangan nunggu cartridge kotor parah baru diganti sebab cartridge yang agak kotor saja sudah mempengaruhi rasa airnya.

Berapa lama penggantian filter cartridge?

Penggantian filter cartridge tidak bisa dihitung berdasarkan jumlah ribu liter keluaran air, tetapi dilihat seberapa jernih air bakunya.

Ada yang menggunakan air baku pegunungan yang super jernih, maka penggantian cartridge nya bisa per 10 bulan sekali.

Ada juga yang menggunakan air baku yang agar keruh dari sumber air pegunungan, air PAM ataupun air sumur bor, maka penggantiannya bisa per 2 minggu sekali.

2. Tabung filter jarang di backwash
Tabung filter besar yang isinya pasir silika, karbon aktif, dll tidak pernah dicuci (di backwash) dan belum pernah diganti lebih dari 2 tahun. Ini juga punya andil membuat rasa airnya tidak enak walaupun tampak jernih.

3. Cek TDS air
Berdasarkan standar Permenkes dan WHO batas maksimum TDS untuk air minum adalah 500 ppm. Tetapi jika untuk tujuan bisnis seperti jualan air minum isi ulang maupun skala AMDK maka TDS air sebaiknya dibawah 150 ppm saja.

Semakin rendah semakin bagus meskipun tidak harus mencapai TDS NOL.

Kenapa sebaiknya TDS rendah? Sebab TDS juga memiliki andil terhadap rasa air minum, intinya semakin rendah TDS nya maka semakin ringan rasa airnya untuk diminum.

Untuk mengetes TDS air gunakan alat TDS Meter, ini bisa dicari di penjual filter air atau bisa juga beli di marketplace, harganya bervariasi mulai Rp 50.000 hingga ratusan ribu (tergantung type dan merknya).

Baca juga:

Bagaimana jika ternyata TDS nya tinggi diatas 150 ppm? Sebaiknya pasang mesin Reverse Osmosis (RO) agar TDS nya bisa turun signifikan.

4. Cek pH air
Untuk versi Permenkes tidak ada pembagian golongan air minum, tetapi versi SNI (Standar Nasional Indonesia) pH air minum dibagi menjadi 2 golongan, yakni:

- Golongan air mineral, ini pH nya antara 6,5 - 8,5.
- Golongan air demineral, ini pH nya antara 5,0 - 7,5.

Nah, pH air yang terlalu rendah (dibawah 5,0) ini berasa "agak pahit", tetapi tidak sampai tahap "pahit" atau "sangat pahit".

Solusi:

- Jika anda jualan air mineral biasa dan pH nya kurang dari 6,5 maka anda bisa menaikkan pH airnya. Baca bahasan cara menaikkan pH air.

- Jika anda jualan air RO dan pH nya kurang dari 5,0 maka anda bisa menaikkan pH airnya menggunakan cartridge corosex atau pH booster carbon block yang penempatannya dimasukkan ke dalam housing filter.

Penempatan pH booster ini setelah mesin RO, jangan sebelum mesin RO.

Untuk cara mengetes pH air bisa menggunakan pH tetes, kertas lakmus ataupun pH meter digital. Semua barang tsb bisa dicari di marketplace ataupun cari di toko penjual filter air di kota anda.

5. Lampu UV yang hidup terus menerus
Meskipun TDS rendah dan pH normal, tetapi jika lampu UV nya hidup terus menerus (padahal penjualan air galon masih sepi) maka airnya juga akan berasa tidak enak dan berbau menyengat.

Solusi:

- Jika penjualan air galon belum mencapai 60 galon/hari maka sebaiknya UV hanya dihidupkan saat akan mengisi galon dan segera matikan setelah mengisi galon.

- Jika penjualan sudah lebih dari 60 galon/hari boleh menghidupkan UV sepanjang jam kerja depot dari pagi sampai malam hari.

6. Merk UV yang tidak bagus
Pada beberapa kasus (meskipun jarang terjadi) bau air disebabkan oleh penggunaan lampu UV yang kualitasnya jelek.

Ini kasus nyata yang aneh bin ajaib.... jika saat mengisi galon lampu UV nya dinyalakan maka rasa airnya berubah menjadi tidak enak. Tetapi jika lampu UV tidak dihidupkan saat mengisi galon rasa airnya normal.

Setelah dilakukan penggantian lampu UV rasa airnya menjadi normal.

7. Penyebab yang tidak diketahui
Ini yang bikin bingung, hehehe..

- Filter cartridge sudah diganti semuanya
- Tabung filter sudah rajin di backwash
- TDS airnya rendah
- pH nya normal
- UV hanya dihidupkan saat mengisi galon
- Merk UV bagus bukan abal abal

Tetapi airnya berasa tidak enak.

Nah, yang nomor 7 ini harus extra teliti dan kita harus mampu menelusuri dari awal sampai akhir proses penyaringan hingga kita mampu menemukan apa yang jadi penyerbab air isi ulang berasa tidak enak, kalat dan pahit tsb.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan? Silahkan tuliskan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

2 komentar untuk "Penyebab Air Minum Isi Ulang Berasa Tidak Enak, Kalat dan Pahit"

  1. ciri membran ro yg rusak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada perbedaan pengertian antara membran RO buntu / mampet dengan membran RO rusak.

      Kalau membran RO buntu ditandai dengan produksi air RO yang mengecil sementara pembuangannya sangat deras.

      Contoh:
      Misalnya saat membran awal baru dipasang produksinya bisa 100 galon/24 jam, maka belakangan menjadi hanya 10 galon/24 jam. Itulah ciri ciri membran RO buntu / mampet.

      Membran RO rusak:
      Sebenarnya sangat jarang ditemukan kasus membran rusak akibat pemakaian normal. Biasanya 99% kasusnya membran buntu, bukan membran rusak.

      Membran buntu adalah kejadian yang wajar dan normal karena partikel air sudah banyak yang menyumbat elemen membrannya.

      Sementara kalau membran rusak biasanya akibat salah proses pencucian membran, misalnya mencuci membran dengan cara dibanting banting ke lantai. Ini adalah hal yang salah dan bisa menyebabkan kerusakan elemen membran bagian dalam.

      Demikian jawaban saya. Jika ada hal yang kurang jelas silahkan bertanya kembali. Terima kasih

      Hapus